RakyatPro

BUKAN SEKEDAR BERITA

SUARA RAKYAT

Kampung 1001 Malam yang terlupa, dan Menanti Perhatian dari Pemkot

Surabaya, Rakyat Pro hidup di kota besar tidak mudah begitu banyak yang harus di lakukan dalam menjalaninya.Tanpa di sadari ternyata ada pihak – pihak yang terlupakan padahal di hadapan Tuhan semua manusia sama.Kalau berdasarkan Pancasila itu sesuai sila ke 2 Kemanusian yang adil dan beradab.

Untuk itu  RP mencoba mengulas secara singkat mengenai kampung 1001 malam yang berada di Tambak Asri.Dapat di katakan kampung tersebut terisolir dari kehidupan luar.Hampir seluruh penghuninya berprofesi sebagai pemulung dan buruh pelabuhan.Dan kebanyakan penguninya sudah renta, terliat dari tatapan mata mereka yang menginginkan adanya perubahan hidup.Posisi dari kampung itu berada di bawah jembatan tol dan di seberang sungai.Bagi yang ingin berkunjung ke kampung 1001 malam harus mengunakan getek atau perahu kecil.

Menurut warga yang berhasil di temui RP perihal nama kampung 1001 malam berawal dari tidak ada listrik ketika lampu menyala menjadi terang benderang.Itu status tanahnya milik Bina Marga tidak boleh di beli istilahnya pinjam pakai.Kampung ini ada sejak tahun 1999 dan jumlah penghuninya ada 200 kk.Awalnya kampung tersebut hanya berupa ilalang kondisinya sangat seram karena sering di jadikan tempat persembunyian kawanan bajing loncat.Namun sejak tahun 2000 kawasan tersebut sudah berubah menjadi ramai.Memang tidak mudah untuk sampai ke lokasi tersebut butuh perjuanggan dimana pengunjung harus sering menudukkan kepala agar tidak terbentur betonnya jalan tol.Ironisnya Pemkot tidak pernah memberi perhatian lebih dan seakan cuek terhadap penghuni kampung 1001 malam.Hanya komunitas dan LSM sosial yang sering mengadakan event berbagai kasih dengan mereka.Entah sampai kapan Pemkot mau membuka diri terhadap warga kampung 1001 malam.( Che )

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *