RakyatPro

BUKAN SEKEDAR BERITA

SUARA RAKYAT

Oknum Guru Cabul Masih Ngajar dan di Pertahankan di SMKN 10

Surabaya, Rakyat Pro dunia pendidikan kembali tercoreng akibat ulah oknum Guru yang melakukan perbuatan cabul.Kasus ini sudah lama di perbincangkan karena beberapa Media lokal sudah ada yang mengungkapnya.Cuma sampai saat ini oknum Guru yang berbuat tindakan asusila ternyata masih di pertahankan.Ada pun kasus ini terjadi di sekolah kejuruan tepatnya di SMKN 10 Kota Surabaya.Bentuk pelecehan yang di lakukan oleh Guru adalah merangkul dan mencium si korban.

Sekedar mengingatkan awal kejadian korban BK sedang menunggu giliran untuk mengikuti Ujian Kompetensi Kejuruan ( UKK ) yang di mulai siang hari, ia menunggu bersama temannya.Tiba – tiba di panggil oleh pelaku yang berinisial BHS, korban di ajak untuk pasang banner dan di iyakan, tanpa di sadari BHS mulai merayu korban.Karena sudah tidak tahan korban langsung di peluk dari depan serta di cium sebanyak tiga kali.Saat Rakyat Pro akan konfirmasi ke Humas maupun Kepseknya ternyata tidak di perkenankan oleh Satpam yang bernama Abdullah dengan alasan semua Guru sudah pulang?Sewaktu RP kembali menanyakan kalau besok kira – kira bisa ketemu dengan Kepala Sekolahnya tidak jawaban dari satpam tersebut belum tentu karena ada ujian.Padahal yang namanya Kepala Sekolah wajib hadir.Begitu pula saat RP mencoba mencari info melalui para siswa semuanya diam seribu bahasa bahkan ada yang lari ketakutan.

Seharusnya pernyataan dari Kadis Pendidikan Kota Surabaya Saiful Rachman di dengar oleh Kepsek SMKN 10 yang mana Guru BHS harusnya di pecat bukan malah di pertahankan.Apa jadinya kalau di dalam sekolah terdapat Guru yang mempunyai tabiat buruk.Dan bagi korban BK pastinya  mengalami trauma dan ketakutan.Di samping itu kasus tersebut sudah di laporkan ke Polrestabes Kota Surabaya
Cuma kenapa tidak ada perkembangan terbaru alias berhenti di tengah jalan?Memang para predator ini sudah seharusnya tidak di beri ruang oleh masyarakat. Dan yang paling utama ada gerakan yang di lakukan masyarakat untuk mengepung para predator agar tidak ada celah atau ruang bagi mereka. ( Team )

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *