RakyatPro

BUKAN SEKEDAR BERITA

RAGAM

 Kiprah dan Sejarah Panjang Pers ,HARI PERS NASIONAL 2019

Surabaya, Rakyat Pro menjadi jurnalis bisa jadi bukan profesi pilihan.
Mengingat menjadi seorang jurnalis tidak mudah di samping itu pastinya upahnya juga tidak menjanjikan.
Namun jurnalis merupakan profesi mulia karena dengan setia melaporkan setiap kejadian yang terjadi masyarakat.
Apa jadinya kalau tidak ada jurnalis pasti dunia akan terasa hampa.
Di masa orde baru jurnalis tidak bisa dengan leluasa memberitakan apa pun.
Akibatnya banyak wartawan terbunuh di era orde baru, selain itu ada beberapa media yang di bredel antara lain : Majalah Detik, Majalah Editor dan Majalah Tempo ini terjadi tahun 1994.

Runtuhnya orde baru mulai lah para jurnalis bebas menyampaikan berbagai hal.
Meskipun bukan jaminan tetap aja ada kekerasan yang menimpa jurnalis.
Sejarah singkat Hari Pers Nasional:
Pencetus ide untuk memperingati Hari Pers Nasional muncul dalam kongres PWI tahun 1978 saat itu di Ketuai oleh Menteri Penerangan Harmoko.
Pada tahun 1985 muncullah Kepres yang menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.
Tepat hari ini rekan – rekan pers merayakan Hari Pers Nasional yang di pusatkan di Kota Surabaya dengan tema penguatan ekonomi kerakyatan berbasis digital.
Harapan ke depan sudah tidak ada lagi kekerasaan terhadap para wartawan.
Di samping itu perusahaan pers di harapkan lebih memperhatikan kesejahteraan dari para kuli tinta.
Yang paling di nanti kasus yang melibatkan kematian para wartawan bisa di ungkap.
Dan perlu di ingat wartawan itu profesi tanpa takut, bravo buat para wartawan. ( CS,Y.am) 9/2/2019

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *